Minggu, 25 Maret 2012

YANG LALU BIARLAH BERLALU


Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. itu, sama artinya sengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.
Bagi orang yang berpikir berkas-berkas masa lalu akan di lipat  dan tak pernah di lihat kembali. Cukup di tutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam "ruang" penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam "penjara" pengacuhan selamanya. Atau, di letakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tidak akan mampu mengubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memah sudah tiada.
Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam. Sealamatkan diri anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ke tempatnya terbit, seorok bayi ke perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu, dan air mata ke kelopak mata? Ingatlah, keterikatan anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naif, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.
Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam al-Quran, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Alloh selalu mengatakan, " itu adalah umat yang lalu".  Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.
Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.
Syahdan, nenek moyang kita dulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalu demikian: " janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat dari kuburnya" Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada keledai begini, " Mengapa engkau tidak menarik gerobak?" 
"Aku benci khayalan," jawab keledai.
Adalah bencana besar mana kala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya di sibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah rapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscaya merka tidak akan pernah mampu. sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.
Orang yang berpikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh kebelakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus kedepan, air akan mengalir ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju kedepan. Maka itu, janganlah pernah melawan sunnah kehidupan.

Di kutip dari buku :  La Tahzan, " DR. Aidh al-Qarni "

Kamis, 03 Desember 2009

iqtidhaa-ul 'ilmi wal'amal

Iqtidhaa-ul ‘Ilmi Al ‘Amal
Karya Al-Khatib Al-Baghdadi Rahimahullah
- Ilmu bagaikan seorang ayah, sedangkan amal adalah anaknya. Ilmu harus dibarengi dengan amal, dan periwayatan hadits harus diiringi dengan pemahamannya
- Jangan terpikat untuk beramal selama engkau masih jauh dari ilmu, dan jangan terpikat hanya kepada ilmu selama engkau masih lalai untuk beramal. Akan tetapi satukanlah antara keduanya, meskipun sedikit yang engkau peroleh dari keduanya. Sedikit ilmu dengan sedikit amal akan lebih selamat dikemudian hari apabila Allah Ta’ala mengkaruniakan rahmat-Nya dan menyempurnakan nikmat-Nya
- Ilmu dipelajari untuk diamalkan, sebagaimana sebuah amal dilakukan untuk dapat menyelamatkan. Karena itu, apabila amal dilakukan lebih sedikit dari ilmu yang didapatkan, sesungguhnya, ilmu telah menjadi beban bagi pemiliknya.
- Sebgaimana harta tidak bermanfaat kecuali dengan membelanjakan, maka demikian pula ilmu itu tidaklah bermanfaat kecuali bagi orang yang mengamalkan dan menjaga kewajiban ilmu tersebut.
- Ilmu adalah salah satu kelezatan dunia, jika ia diamalkan akan menjadi kelezatan akhirat
- Apabila dirimu ingin dimuliakan dengan ilmu, dikatakan berilmu, dan termasuk dalam golongan berilmu, namun engkau belum menunaikan hak ilmu tersebut atas dirimu, maka cahaya ilmu itu akan terhalang darimu, sehingga ilmu itu hanya tinggal sebatas tulisan dan penampilannya. ilmu yang demikian akan menjadi hujjah yang memberatkanmu, bukan sebagai hujjah yang membelamu. Hal ini disebabkan karena ilmu menunjuki agar ia diamalkan. Namun apabila engkau tidak mengamalkannya sesuai dengan skala prioritasnya, niscaya keberkahan ilmu itu akan dicabut
- Ilmu yang paling baik adalah ilmu yang bermanfaat, dan sesungguhnya Allah ta’ala memberikan manfaat ilmu itu kepada orang yang mengetahuinya dan kemudian mengamalkannya. Dia tidak memberikan manfaat kepada orang yang mengetahuinya, lantas meninggalkannya.
- Ilmu tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah
- Barang siapa pergi untuk mencari ilmu semata-mata hanya untuk ilmu (tidak diamalkan), maka ilmu itu tidak akan memberikan manfaat baginya. Namun barangsiapa yang pergi untuk mencari ilmu dengan tujuan untuk mengamalkannya, maka ilmu yang sedikitpun akan memberikan manfaat baginya.
- Ilmu itu bergantung kepada amal. Sementara amal sendiri bergantung kepada keikhlasan. Dan keikhlasan kepada Allah akan mewariskan pemahaman tentang Allah ta’ala.
- Barang siapa yang mempelajari ilmu untuk diamalkan, maka ilmu itu akan membuatnya bersikap tawadhu’, dan tunduk kepada Allah. Namun barangsiapa yang mempelajarinya bukan untuk diamalkan, maka ilmu itu akan membuatnya semakin angkuh.
- Ilmu adalah sesuatu yang membuat engkau beramal, dan keyakinan adalah sesuatu yang membawa engkau (kepada kebenaran)
- Apabila engkau memberikan tambahan ilmu kepadamu, maka tambahkanlah ibadahmu kepada-Nya, dan janganlah engkau jadikan segenap tujuan utamammu hanya sekedar untuk menyampakan semua ilmu itu kepada manusia.
- Seorang yang berilmu masih dikatakan bodoh dengan apa yang ia ketahui, sampai ia mengamalkannya. Apabila ia telah selesai mengamalkannya, barulah ia dikatakan orang berilmu.
- Barangsiapa yang baik perkataannya namun buruk amalannya, maka Allah akan menolak perkataannya. Namun barangsiapa yang baik perkataannya dan baik pula amal perbuatannya maka amalnya itu akan mengangkat derajatnya.
- Ilmu adalah alat untuk beramal. Apabila seseorang menghabiskan usianya hanya untuk mengumpulkan ilmu, lalu kapan ia akan mulai beramal?
- Kalaupun engkau luput dari mendapatkan sebuah ilmu, namun jangan pernah engkau luput dari beramal.
- Barangsiapa yang tidak mengetahui ilmunya akan kewajiban Allah atas dirinya, maka ilmu itu akan menjadi hujjah yang akan memberatkannya dan menjadi bencana baginya
- Sesungguhnya aku sudah menduga seorang hamba akan lupa dengan ilmu yang telah diketahuinya, dikarenakan dosa yang dilakukannya
- Sesungguhnya jika orang berilmu tidak mengamalkan ilmunya, maka nasehatnya tidak akan sampai ke hati manusia, sebagaimana tergelincirnya tetesan air dari batu besar.

kata-kata mutiara

  • Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
    Khalifah ‘Ali
  • Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.
    Ibnu Mas’ud
  •  Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu.
    Khalifah ‘Ali
  • Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.
    Khalifah ‘Umar
  • Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.
    Imam An Nawaw
  • Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar.
    Khalifah ‘Umar
  • Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.
    Bediuzzaman Said Nursi
  • Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.
    Bediuzzaman Said Nursi
  • Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.
    Bediuzzaman Said Nursi
  • Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.
    Bediuzzaman Said Nur
  • Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.
    Bediuzzaman Said Nurs

Senin, 30 November 2009

HIKMAH BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA

HIKMAH BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA
 
Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil menundukkan ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia boleh berdialog dengan semua binatang. Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara Langit dan Bumi hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar. Untuk mencegah gelombang itu ia cukup memerintahkan angin agar tenang, dan tenang lah samudera itu.
Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit untuk menyelam ke samudera itu sampai ke dasarnya, Disana Jin Ifrit melihat sebuah kubah terbuat dari permata putih yang tanpa lubang, kubah itu diangkatnya keatas samudera dan ditunjukkannya kepada nabi Sulaiman.

Melihat kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi terlalu heran, "Kubah apakah gerangan ini ??" fikirnya.
Dengan minta pertolongan Allah, nab Sulaiman membuka tutup Kubah. Betapa teerkejutnya dia begitu melihat seorang pemuda tinggal didalamnya.
"Siapakah engkau ini??" kelompok jin atau manusia??" tanya nabi sulaiman keheranan...


Bersambung...

siapakah pemuda tersebut, dan mengapa ia bisa berada dalam kubah itu??

tunggu kelanjutannya....